Posted on

Hati-Hati! Makanan Terlalu Pedas Bisa Jadi Pemicu Asam Lambung? Ini Penjelasannya

Makanan pedas memang menggugah selera dan menjadi favorit banyak orang. Namun, bagi sebagian individu, terutama yang memiliki riwayat masalah pencernaan, konsumsi makanan terlalu pedas bisa menjadi pemicu asam lambung. Sensasi terbakar di dada dan rasa tidak nyaman di perut setelah makan pedas tentu sangat mengganggu. Lantas, bagaimana makanan pedas bisa menjadi pemicu asam lambung?

Menurut penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya yang dipublikasikan pada hari Minggu, 13 April 2025, senyawa capsaicin yang terkandung dalam cabai, zat aktif yang memberikan rasa pedas, dapat mempengaruhi produksi asam lambung dan memperlambat proses pengosongan lambung. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan, yang merupakan gejala utama penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Jadi, makanan pedas berpotensi menjadi asam lambung.

Dr. Rina Astuti, seorang dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi, pada hari Sabtu, 12 April 2025, menjelaskan lebih lanjut mengenai mekanisme makanan pedas sebagai pemicu asam lambung. “Capsaicin dapat merangsang produksi asam lambung yang berlebihan pada beberapa orang. Selain itu, dapat melemaskan sfingter esofagus bagian bawah, yaitu otot yang berfungsi mencegah asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Kombinasi kedua efek ini sangat mungkin menjadi asam lambung,” ujarnya dalam sesi konsultasi daring.

Lebih lanjut, Aiptu. Joko Susilo, seorang petugas Bhabinkamtibmas dari Polsek Bekasi Selatan, saat memberikan penyuluhan kesehatan di lingkungan masyarakat pada hari Jumat, 11 April 2025, juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pencernaan. Meskipun tidak secara spesifik membahas makanan pedas, beliau menekankan pentingnya pola makan sehat untuk mencegah berbagai masalah kesehatan, termasuk yang berkaitan dengan asam lambung.

Bagi Anda yang rentan mengalami asam lambung, sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi makanan yang terlalu pedas. Jika tetap ingin menikmati makanan pedas, konsumsilah dalam jumlah kecil dan tidak terlalu sering. Perhatikan juga kombinasi makanan lain yang Anda konsumsi. Makanan berlemak tinggi dan asam juga dapat menjadi pemicu asam lambung. Jika gejala asam lambung sering muncul, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Informasi Penting Terkait Asam Lambung dan Makanan Pedas:

  • Capsaicin: Senyawa dalam cabai yang dapat meningkatkan produksi asam lambung dan melemaskan sfingter esofagus bawah.
  • Memperlambat Pengosongan Lambung: Makanan pedas dapat membuat makanan lebih lama berada di lambung, meningkatkan risiko refluks asam.
  • Sensitivitas Individu: Reaksi terhadap makanan pedas sebagai pemicu asam lambung bervariasi antar individu.
  • Faktor Risiko Lain: Makanan berlemak, asam, kopi, alkohol, dan merokok juga dapat memicu asam lambung.
  • Konsultasi Dokter: Jika sering mengalami gejala asam lambung, segera konsultasikan dengan dokter.

Kesimpulannya, makanan terlalu pedas memang berpotensi menjadi pemicu asam lambung bagi sebagian orang. Mengenali pemicu asam lambung dan mengatur pola makan adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.