De Quervain’s Tenosynovitis adalah peradangan pada tendon di sisi ibu jari pergelangan tangan, seringkali akibat gerakan berulang. Meskipun biasanya tidak berbahaya dan dapat diatasi, dalam kasus kronis atau parah, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri yang melumpuhkan. Ini adalah masalah umum yang memengaruhi banyak orang, terutama mereka yang melakukan gerakan tangan berulang kali dalam pekerjaan atau hobi, mengganggu kualitas hidup.
Dua tendon utama yang terlibat dalam De Quervain’s Tenosynovitis adalah abductor pollicis longus (APL) dan extensor pollicis brevis (EPB). Tendon-tendon ini berjalan melalui terowongan sempit di sisi ibu jari pergelangan tangan. Peradangan terjadi ketika tendon-tendon ini atau selubungnya membengkak, sehingga gesekan meningkat dan menyebabkan nyeri yang mengganggu gerakan ibu jari.
Penyebab umum kondisi ini meliputi gerakan menjepit atau mencubit berulang kali, penggunaan smartphone berlebihan, atau mengangkat bayi dengan posisi tangan yang canggung. Ibu baru sering mengalami De Quervain’s Tenosynovitis, yang dikenal sebagai “ibu jari gamer” atau “ibu jari baby-nursery“, karena gerakan yang terus-menerus.
Gejala utama ini adalah nyeri di sisi ibu jari pergelangan tangan, terutama saat mencoba memegang, mencubit, atau memutar pergelangan tangan. Nyeri bisa menjalar ke lengan bawah atau ibu jari. Pembengkakan juga sering terlihat atau teraba di area tersebut. Gejala ini seringkali diperparah oleh aktivitas tertentu.
Diagnosis De Quervain’s Tenosynovitis biasanya ditegakkan melalui pemeriksaan fisik dan tes Finkelstein. Dalam tes ini, pasien diminta untuk menekuk ibu jari ke dalam telapak tangan, kemudian mengepal dengan ibu jari di dalam kepalan, lalu membengkokkan pergelangan tangan ke arah jari kelingking. Nyeri hebat selama tes ini adalah indikasi kuat ini.
Penanganan awal untuk peradangan ini melibatkan istirahat, penggunaan splint untuk mengistirahatkan ibu jari, dan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS). Suntikan kortikosteroid langsung ke area tendon juga sering efektif dalam mengurangi peradangan dan nyeri. Penting untuk menghindari aktivitas yang memperburuk gejala.
Jika penanganan konservatif tidak berhasil atau kasusnya kronis dan melumpuhkan, operasi mungkin dipertimbangkan. Operasi bertujuan untuk membuka selubung tendon yang bengkak, sehingga tendon memiliki lebih banyak ruang dan gesekan berkurang. Prosedur ini umumnya aman dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, memberikan solusi jangka panjang bagi penderita.
Rehabilitasi pasca-operasi melibatkan terapi fisik untuk mengembalikan kekuatan dan rentang gerak ibu jari serta pergelangan tangan. Latihan yang tepat dan modifikasi aktivitas adalah kunci untuk mencegah kambuhnya kondisi ini. Dengan penanganan yang benar, penderita dapat kembali ke aktivitas normal tanpa nyeri yang berarti.
