Kegiatan sosialisasi mengenai buangan tambang serta dampaknya terhadap lingkungan diselenggarakan oleh akademisi STIKES Bangka bagi warga pemukiman yang berdekatan dengan area galian bijih timah. Maraknya aktivitas penggalian sumber daya alam sering kali meninggalkan kubangan air asam raksasa serta limbah logam berat yang mencemari sumber air bersih warga lokal. Tim ahli kesehatan lingkungan memberikan penjelasan ilmiah namun mudah dipahami mengenai risiko bahaya konsumsi air terpolusi zat merkuri dan timbal bagi organ tubuh manusia. Warga diajak untuk lebih waspada terhadap perubahan warna, rasa, dan bau pada air sumur galli yang mereka gunakan untuk kebutuhan harian.
Dalam sesi edukasi buangan tambang ini, masyarakat diperlihatkan dampak buruk jangka panjang paparan zat kimia beracun yang dapat memicu penyakit kulit kronis, kerusakan ginjal, hingga gangguan saraf. Peneliti membagikan alat tes kualitas air sederhana kepada para ketua RT agar warga dapat menguji kelayakan air bersih secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan kulit atau masalah pencernaan dianjurkan untuk segera memeriksakan diri menuju fasilitas kesehatan puskesmas terdekat tanpa menunda waktu. Langkah kewaspadaan dini ini sangat penting untuk mencegah terjadinya keracunan logam berat massal yang mematikan pada masyarakat lokal.
Selain bahaya limbah buangan tambang tim penyuluh juga memberikan solusi teknis mengenai pembuatan saringan air sederhana menggunakan pasir, arang aktif, dan kerikil untuk menyaring kotoran fisik air. Meskipun saringan ini tidak dapat menghilangkan seluruh kandungan kimia terlarut, penggunaannya dapat membantu mengurangi tingkat keruhan air sumur sebelum dikonsumsi harian. Warga juga didorong untuk mengusulkan penyediaan jaringan pipa air minum resmi dari pemerintah daerah guna menggantikan penggunaan air sumur terpolusi. Kesadaran kolektif warga akan pentingnya air bersih menjadi modal utama dalam menuntut hak atas lingkungan hidup yang sehat dan aman.
Dukungan dari pemerintah kabupaten dan lembaga swadaya masyarakat sangat diperlukan untuk memulihkan bekas area penambangan liar yang terbengkalai di sekitar kawasan pemukiman warga. Program penanaman pohon kembali atau reboisasi lahan kritis galian terus digalakkan untuk menetralkan kadar racun tanah dan mengembalikan fungsi ekosistem alam yang rusak. Pihak pengelola tambang resmi juga dituntut untuk menaati ambang batas pembuangan limbah industri secara ketat sesuai peraturan undang-undang lingkungan hidup yang berlaku. Kerja sama semua pihak menjadi syarat mutlak demi melindungi keselamatan dan masa depan kesehatan generasi mendatang di Pulau Bangka.
Diharapkan melalui penyuluhan kesehatan lingkungan ini, masyarakat semakin cerdas dan kritis dalam menjaga kelestarian sumber air bersih di sekitar tempat tinggal mereka dari pencemaran. Kesehatan masyarakat tidak boleh dikorbankan demi keuntungan ekonomi sesaat dari aktivitas eksploitasi alam yang tidak ramah lingkungan dan tidak berkelanjutan. Kampus STIKES Bangka berkomitmen untuk terus mengawal isu kesehatan lingkungan ini melalui penelitian lanjutan serta aksi pendampingan warga secara konsisten di lapangan. Lingkungan yang bersih dan sehat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera, kuat, serta berdaya saing tinggi di masa depan.
