Kualitas tempat tinggal dan pengelolaan pemukiman yang memenuhi standar kesehatan merupakan faktor kunci dalam mencegah timbulnya wabah penyakit di kawasan padat penduduk. Dalam rangka menilai keberhasilan program perbaikan sanitasi yang telah dijalankan mahasiswa, kegiatan evaluasi praktikum sanitasi lingkungan pemukiman dilaksanakan secara ketat di pemukiman warga perkotaan. Kegiatan ini menghadirkan tim dosen penguji dan dinas kesehatan untuk memeriksa langsung hasil kerja mahasiswa dalam merancang fasilitas pengolahan limbah dan tempat pembuangan sampah terpadu. Penilaian dilakukan berbasis pada kriteria standar sanitasi nasional untuk memastikan keberlanjutan sarana yang telah dibangun.
Pemeriksaan lapangan diawali dengan meninjau fungsi tempat pembuatan kompos limbah organik rumah tangga yang telah dirakit bersama warga setempat pada minggu sebelumnya. Tim penguji mengukur derajat keasaman dan suhu tumpukan kompos guna memastikan proses penguraian bahan organik berjalan secara optimal dan tidak menimbulkan bau menyengat. Kegiatan evaluasi praktikum ini menguji sejauh mana mahasiswa mampu memberikan solusi teknis yang tepat dan murah bagi permasalahan sampah pemukiman padat. Warga pemukiman memberikan kesaksian positif bahwa pengolahan sampah mandiri tersebut berhasil mengurangi volume sampah harian mereka secara signifikan.
Selain fasilitas komposting, evaluasi juga difokuskan pada kelancaran saluran pembuangan air limbah dan kualitas kejernihan air sumur gali milik warga sekitar. Mahasiswa mempresentasikan data hasil uji laboratorium air sebelum dan sesudah digunakannya sistem penyaringan sederhana buatan warga pendampingan. Pelaksanaan sesi evaluasi praktikum ini terbukti meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menyajikan karya rancangan sanitasi yang bermanfaat secara nyata bagi masyarakat. Penjelasan mahasiswa mengenai efisiensi biaya perawatan saringan air mendapat apresiasi positif dari para dosen penguji dan pejabat kesehatan yang hadir.
Interaksi antara mahasiswa dan kader sanitasi warga selama proses evaluasi menunjukkan telah terbangunnya kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri. Warga berkomitmen untuk terus merawat dan mengoperasikan sarana penyaringan air dan bank sampah yang telah diresmikan bersama mahasiswa praktikum. Kesuksesan kolaborasi ini membuktikan bahwa edukasi sanitasi berbasis pendampingan langsung jauh lebih efektif dibandingkan sekadar pemberian teori di dalam ruang kelas. Peningkatan derajat kebersihan lingkungan pemukiman menjadi bukti nyata dari keberhasilan program pengabdian masyarakat tersebut.
Rangkaian acara evaluasi diakhiri dengan penyampaian laporan hasil perbaikan sanitasi kepada pengurus RW setempat serta penyerahan sertifikat apresiasi bagi kader warga teraktif. Pengelola program perguruan tinggi menyatakan kepuasannya atas pencapaian kinerja para mahasiswa yang mampu menyelesaikan target praktikum lapangan tepat waktu dengan hasil yang sangat baik. Keberhasilan evaluasi praktikum kesehatan lingkungan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi kegiatan pengabdian mahasiswa pada semester mendatang di area Bangka. Diharapkan pemukiman warga dapat terus tumbuh menjadi kawasan yang bersih, asri, dan bebas dari bahaya penyakit menular.
